Kebersamaan dalam Darul Huda Mayak

Ada Gubug Gan

Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 April 2011

Syi'ir Gus Dur















Syi'ir Gus Dur (KH.ABDURRAHMAN WAHID)

Astaghfirulloh robbal barooya,,,
Astaghfirulloh minal khothooya,,,
Robbii zidnii 'ilman naafi'a,,,
Wa waffiqnii 'amalan shooliha,,,

Yaa rosulallooh,,, salaamun 'alaik,,,
Yaa rofi'a syaani wad daroji,,,
'Athfatayyaajiirotal 'alami,,,
Yaa uhailal juudi wal karomi,,, 2x

Ngawiti engsun,, nglaras syi'iran,,
Kelawan muji mareng Pengeran,,,
Kang paring rohmad lan kenikmatan,,
Rino wengine tanpo pitungan,, 2x

Duh bolo konco,, prio wanito,,
Ojo mung ngaji syare'at bloko,,
Gur pinter ndongeng nulis lan moco,,
Tembeh mburine bakal sangsoro,, 2x

Akeh kang apal Qur'an Hadits e,,
Seneng ngafirke marang liyane,,
Kafire dewe dak digatekke,,
Yen eseh kotor ati akale,, 2x

Gampang kabujuk nafsu angkoro,,,
Ing pepaese gebyare ndunyo,,,
Iri lan meri sugihe tonggo,,
Mulo atine peteng lan nisto,, 2x

Ayo sedulur jo nglalekake,,
Wajibe ngaji sak pranatane,,
Nggo ngandelake iman tauhite,,
Baguse sangu mulyo matine,, 2x

Kang aran sholeh bagus atine,,
Kerono mapan sari ngilmune,,
Laku toreqot lan ma'rifate,,
Ugo haqeqot manjeng rasane,, 2x

Al-Qur'an qodim wahyu minulyo,,
Tanpo tinulis iso diwoco,,
Iku wejangan guru waskito,,
Den tancepake ing njero dodo,, 2x

Kumanthel ati lan pikiran,,
Mrasuk ing badan kabeh jeroan,,
Mu'jizat rosul dadi pedoman,,
Minongko dalan manjinge iman,, 2x

Kelawan Alloh kang moho suci,,
Kudu rangkulan rino lan wengi,,
Ditirakati diriyadlohi,,
Dzikir lan suluk jo nganti lali,, 2x

Uripe ayem rumongso aman,,
Dununge roso tondo yen iman,,
Sabar narimo najan pas pasan,,
Kabeh tinakdir saking Pengeran,, 2x

Kelawan konco dulur lan tonggo,,
Kang podo rukun ojo gae sio,,
Iku sunnahe rosul kang mulyo,,
Nabi Muhammad panutan kito,, 2x

Ayo nglakoni sekabehane,,
Alloh kang bakal ngangkat drajade,,
Senajan asor toto dhohire,,
Ananging mulyo maqom drajade,, 2x

Lamun palastro ing pungkasane,,
Ora kesasar roh lan sukmane,,
Den gadang Alloh suwargo manggone,,
Utuh mayite ugo ulese,, 2x

Yaa rosulallooh,,, salaamun 'alaik,,,
Yaa rofi'a syaani wad daroji,,,
'Athfatayyaajiirotal 'alami,,,
Yaa uhailal juudi wal karomi,,, 2x

=========================================

HADAANALLOHU WA IYYAAKUM WAL 'AFWA MINKUM

=========================================

Silahkan donlot syi'ir suluk Gus Dur versi MP3 dan asli suara Gus Dur di:
http://www.cumplonglowo.blogspot.com

Sabtu, 13 November 2010

JIWA

Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku. (Al Fajr :27-30)

Saya sangat terkesan dengan ayat ini. Ada kerinduan untuk dipanggil oleh Allah dengan mesra. Tapi mungkinkah? Karena jiwa masih pekat dengan kabut dosa, sangatlah sulit untuk membuatnya menjadi cemerlang. Masih sering terngiang di telinga akan pesan Allah lewat firman-Nya :

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. (Asy Syams:9-10)

Defenisi Jiwa

Didalam sebuah artikel dijelaskan bahwa jiwa mampu menyimpan semua memori dari semenjak sejak lahir sampai jasad meninggal. Ibarat sebuah server yang besar, mampu menyimpan data yang besar pula. Tidak ada yang luput dari server ini, semua tersimpan dengan baik. Baik itu data kejahatan maupun data kebaikan. Berbeda dengan memori otak yang sangatlah terbatas. Misalnya kita disuruh untuk menghapal type mobil dan warnanya yang kita jumpai sepanjang perjalanan dari rumah ke kantor. Sudah tentu terbatas sekali yang dapat kita hapalkan. Namun kalau jiwa yang merekam, sangatlah akurat. Jangankan type mobil dan warnanya. No. Polisinya pun terekam dengan baik bahkan dijalan apa dan pada jam berapa kita menjumpainya.

Data kejahatan membuat jiwa menjadi redup cahayanya atau bahkan padam sama sekali. Sedangkan data kebaikan membuat jiwa menjadi bersinar terang. Dan sinar ini mampu menghalau cahaya gelap.

Dan di akherat kelak data di server ini akan di tampilkan semua. Didalam DOS kita biasa mengetik perintah DIR, maka semua polder akan muncul. Begitu pula dengan jiwa, semua akan ditampilkan sedetail-detailnya dari yang sekecil-kecilnya.

Namun sebenarnya file kejahatan tidak semuanya akan ditampilkan. Karena ada fasilitas Delete File atau Hidden File. Siapa yang bisa melakukan ini. Ya…pasti pemilik server tentunya. Allah Rabbal Alamin. Dia mengampuni siapa yang di kehendakinya.

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Az Zumar:53)

Semakin terang cahaya jiwa, semakin dekatlah ia kepada Allah. Dan semakin berat pula godaan iblis. Karena iblis akan selalu mengirimkan pasukannya silih berganti untuk melalailkan sang jiwa ini. Dan jangan tanya berapa banyaknya. Semakin bersih jiwa semakin kuat iblis yang dikirimkan.

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (
Al A'raaf:16-17)

Banyak yang rancu antara JIWA (nafs) dan RUH. Banyak yang menganggapnya sama, padahal sesungguhnya keduanya sangat berbeda.

Yang seperti apakah Jiwa itu? Jiwa adalah badan halus manusia, yang bisa bepergian – keluar dari Jasad wadag, ketika manusia sedang bermimpi, atau ketika ber ’OBE’ ria (Out of Body Experience) atau PLB – Perjalanan Luar Badan. Jiwa, merupakan tubuh halus manusia. Jiwa memiliki perangkat-perangkat yang menyebabkan manusia dicap sebagai makhluk sosial, makhluk cerdas (Aqal), makhluk spiritual (Qolbu). Jiwa yang menanggung semua akibat perbuatan tubuh fisik dan tubuh eterik.

Jiwa diciptakan sempurna tanpa cacat. Tidak ada yang terlahir sakit jiwa. Nggak ada bayi edan. Jiwa adalah putih bersih ketika dilahirkan, lingkungan dan pengalamanlah yang membuatnya bisa tetap putih atau kotor.

Komponen-Komponen Jiwa

Komponen yang dimiliki jiwa: Nafsu (sahwat, emosi), Hasrat (keinginan, ego), Aqal, Qolbu, dll.

Indera Jiwa

Indera Jiwa sering disebut pula sebagai Indera bathin. Jiwa juga memiliki indra penglihatan dan pendengaran. Dari situlah setan (dan jin) memberikan pengaruhnya ke jiwa, berupa suara-suara dihati kita yang mengajak ke perbuatan negatif.

Qolbu

Qolbu adalah Jantungnya Jiwa. Qolbulah yang menentukan baik-buruknya Jiwa. Gelap-terangnya Jiwa.
Sesungguhnya Ruh itu selalu mengajak Jiwa ke jalan yang lurus, tetapi setan sangat gigih mengobok-obok instrumen-instrumen Jiwa agar sesat.
[Firman Allah dalam Al-Qur’an: Setan adalah musuh yang nyata]

Suara-suara di Qolbu (hati)
• Suara si jiwa sendiri
• Suara Ruh kita
• Suara makhluk lain

Tingkatan Kesadaran Jiwa

Secara garis besar, ada 7 (tujuh) lapisan yang membatasi antara Jiwa dan Ruh, yang berkorelasi dengan tingkatan kesadaran Jiwa.
Lapisan tersebut hanya bisa ‘terbuka’ dengan melalui sedikit cara. Salah satu caranya adalah dengan ‘serius’ berupaya membersihkan diri, membersihkan Jiwa, membersihkan Qolbu (hati) dengan NIAT mendekatkan diri kepada ALLAH SWT - Sang Khalik. Atau merupakan sebuah anugrah karunia-NYA (given).

Lapisan ini berubah menjadi hijab kalau kotor. Bila pada lapisan 1 yang kotor (hijab) berakibat komunikasi antara Jiwa dengan Ruh terganggu. Muncullah penyakit non-fisik / kejiwaan (nafs) seperti pemarah, kejam, nafsuan, dll).

Nafs Lawwamah, Ammarah-bissu, dan nafs muthmainah.

Terbukanya (bersihnya) masing-2 lapisan tersebut, akan menumbuhkan kesadaran dan kemampuan Jiwa yang lebih tinggi [orang bilang ilmu laduni – ’ngkali].

Kesadaran Ruhiah – Ilahiah

Kesadaran tertinggi dari Jiwa adalah Kesadaran Ruhiah. Inilah yang didambakan oleh para pejalan spiritual. Tujuan akhir

Ruh

Al-Israa'(17): 85

”Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh. Katakanlah: ‘Roh itu termasuk urusan Tuhan-ku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit’ “.

Ruh adalah suci, ciptaan Allah, sehingga dikategorikan sebagai Makhluk. Jadi ruh dalam diri jasad manusia bukanlah Allah itu sendiri.

“Maka apabila telah Aku menyempurnakan kejadiannya dan telah meniupkan kedalamnya Ruh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud “ (Al Hijr:29)

Pengertian “roh KU”? Roh milik Allah. Roh ciptaan dan milik Allah, yang ditiup masuk oleh Allah ke dalam Jasad manusia. Bila manusia meninggal maka ruh ini akan kembali ke Sang Pencipta.

“akan tetapi di dalam diri manusia ada bashirah (yang tahu)"(QS 75:14).

Kata bashirah ini disebut sebagai yang tahu atas segala gerak manusia yang sekalipun sangat rahasia. Ia biasa menyebut diri (wujud)-nya adalah "Aku".

Tidak ada yang namanya Ruh (Roh) jahat, gentayangan, ataupun lainnya. Sesungguhnya Ruh itu selalu mengajak jiwa ke jalan yang lurus, tetapi setan sangat gigih mengobok-obok instrumen-instrumen yang dimiliki jiwa agar sesat.

[Firman ALLAH dalam Al-Qur’an: Setan adalah musuh yang nyata]

Kemana Tubuh Fisik, Eterik, Jiwa dan RUH Pergi Ketika Meninggal Dunia?

Kembalinya Ruh

RUH, yang saya tidak tahu sedikitpun esensinya, akan langsung kembali kepada Sang Pencipta.

Kembalinya Tubuh Fisik

Tubuh Fisik yang tersusun dari materi duniawi akan kembali menjadi materi-materi tanah. Tidak ada lagi kesadaran yang tersisa. Tak ada lagi cerita.

Tubuh Jiwa, kemana perginya?

Kemana perginya sangat tergantung dengan Keyakinan dan Laku Amal-Ibadah yang dilakoninya selama hidup didunia. Ketika kita memuja (membuka hati kepada) mahluk lain bukan kepada Allah SWT, kita mempersembahkan energi kita kepada sesama mahluk, baik manusia ataupun mahluk lain walau mereka berada di dimensi yang lebih tinggi, maka secara langsung kita membatasi diri kita sendiri dan potensi spiritual kita. Setiap saat kita membuka hati kita untuk hal/mahluk lain selain untuk berhubungan langsung dengan Allah SWT, maka kita tersesat dari tujuan hidup yang sebenarnya.

Orang yang menghambakan diri, menggadaikan diri kepada selain Allah Yang Maha Esa, akan ditarik janji gadainya. Orang yang mencari pesugihan lewat gunung abc, akan ditagih jiwanya sebagai balasan kekayaan materi yang didapatnya selama hidup oleh penunggu gunung abc. Orang atheis, kafir yang tidak percaya adanya Allah SWT, apalagi suka berbuat dzalim, Jiwanya gelap matanya buta dan telinganya tuli. Tidak bisa melihat dan mendengar apa-apa. Jiwanya akan menunggu dalam dimensi kegelapan, hingga sangkakala berbunyi.

Orang yang beriman, yang berserah diri, yang suci, Yang mati sahid, Jiwanya akan langsung terbang, entah menuju dan menunggu dilangit yang mana. Tingginya langit yang bisa disambangi, tingginya surga yang akan didiami, berbanding lurus dengan Kemurnian Tauhid yang diyakini dan dijalani.

Dengan demikian terserah kepada diri kita masing-masing. Apakah kita tega mengotori jiwa kita atau justru membersihkannya?

Wallahu’alambishowab.


Source : Irdy - Bontang

Selasa, 06 April 2010

Gambaran Manajemen Syukur Nikmat


Oleh : Ustaz Hilmi Aminuddin

''Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah dengan ingkar kepada Allah dan menjatuhkan kaumnya ke negeri kebinasaan?'' (QS Ibrahim: 28).

Setiap anak bangsa, terutama para dai, semestinya menjunjung tinggi idealisme dan cita-cita bagi perbaikan negeri Indonesia ini dengan sesuatu yang bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Kenyataannya, hampir setiap hari, kita disuguhkan dengan peristiwa-peristiwa yang mencoreng negeri ini.

Pertunjukan drama abuse of power (penyalahgunaan kekuasaan), yang dilakukan oleh aparat pemerintah dan para penegak hukum, sangat menyesakkan dada. Mulai dari kriminalisasi KPK, kasus Century, makelar kasus dalam penggelapan pajak yang melibatkan aparat penegak hukum, hingga tertangkapnya sejumlah pengacara dan hakim PTUN oleh KPK.

Bangsa ini benar-benar tertinggal dalam persaingan dunia, bahkan oleh negara tetangganya. Kondisi negeri ini sangat memprihatinkan, menghinakan, dan menjadi bahan tertawaan negara-negara tetangga karena korupsi dan kemiskinan.

Kenyataan tersebut seakan mencerminkan firman Allah dalam QS 14:28 di atas, yakni negeri yang terancam menjadi daarul bawaar (negeri yang binasa) karena kesalahan dalam manajemen nikmat (baddallu ni'matallahi kufran).

Bila tak ingin negeri ini menjadi daarul bawar , terpuruk dalam kebinasaan, para dai sebagai kekuatan moral (force of power) harus memiliki peran konstruktif dan mengoreksi langkah-langkah salah para pemimpin negeri ini, temasuk para penegak hukumnya.

Tugas para dai adalah mengajak segenap anak negeri untuk melakukan harakatul inqadz (gerakan penyelamatan), dengan langkah awalnya adalah melakukan perubahan dalam memperlakukan nikmat Allah.

Rasulullah mengingatkan para dai agar memberikan peringatan kepada para pemimpin yang berada di pusat-pusat kedaulatan, kekuasaan, regulasi, serta perubahan agar rahmatan lil alamin menyebar lebih cepat. Karena, konsep perubahan tidak bisa dilepaskan dari upaya membuka kunci-kunci keberkahan dari Allah SWT untuk membawa masyarakat negeri ini ke arah yang lebih baik. (QS 7:96).

Jika para pemimpin negeri ini yang memiliki tanggung jawab mau bergerak dengan alur kehendak Allah, dukungan-Nya dalam segala aspek pasti akan datang. Selama ini, manajemen kufur nikmat yang dilakukan, telah menyebabkan kekayaan negeri ini digerogoti bangsa lain juga para pemimpinnya yang khianat.

Akibatnya, bangsa ini tidak memiliki izzah karena mengemis dan mengharap belas kasihan bangsa lain untuk mendapatkan kredit atau hibah. Padahal, bila bangsa ini makin bersyukur (QS 14:7), Allah akan melipatgandakan potensi nikmat bagi rakyatnya sehingga dapat menyebarkan kebajikan bagi bangsa lain di muka bumi.

sumber republika.co.id Rabu, 07 April 2010, 09:01 WIB

“Islam Lebih Menghargai Hak Perempuan Daripada Kristen”


MADRID (SuaraMedia News) - Kekristenan membatasi hak-hak perempuan, kata seorang mualaf Spanyol, yang mengklaim Islam lebih banyak memberdayakan perempuan. Laura Rodriguez, Presiden Union of Muslim Women, sebagian besar memfokuskan pada hak-hak perempuan imigran di Spanyol.

Lahir sebagai seorang Katolik dan dididik di sekolah Katolik, Laura Rodriguez masuk Islam dan sekarang mewakili Muslimah Spanyol. Dia yakin bahwa Katolik membatasi hak-hak perempuan.

"Islam memberi saya hak yang tidak diberikan oleh Katolik, seperti kebebasan individu, hak-hak hukum, hak atas pendidikan, hak atas pekerjaan dan hak untuk seksualitas," kata Rodriguez.

"Perempuan tidak bisa berkomunikasi langsung dengan Tuhan dalam agama Katolik. Mereka tidak memiliki hak untuk seksualitas. Misi mereka adalah melahirkan anak-anak, "tambahnya. " perempuan Katolik tidak punya hak untuk bercerai. KB dilarang oleh Katolik."

Sampai baru-baru ini, perempuan Spanyol membutuhkan persetujuan resmi suami mereka untuk membuka rekening bank, mencatat Yusuf Fernandez Ordonez, sekretaris Federasi Muslim di Spanyol, atau FEME, yang mana organisasi Rodriguez adalah afiliasinya.

Ketika ditanya mengapa perempuan lebih berpendidikan, lebih berdaya dan lebih hadir di kehidupan publik dan pribadi di negara-negara Kristen dibandingkan dengan yang di negara Muslim, Rodriguez mengatakan Eropa tidak dapat dievaluasi dari perspektif Kristen sejak warga negara mungkin memang Kristen, tetapi gereja telah kehilangan kekuasaannya untuk mempengaruhi masyarakat.

Ordonez menambahkan bahwa perempuan memperoleh hak mereka setelah negara-negara Eropa Kristen menjadi sekuler, setelah Revolusi Perancis. "Sedangkan Islam, sebagian besar negara tidak mencerminkan Islam yang sesungguhnya," katanya. "Di Iran, misalnya, ada jumlah yang sama dari laki-laki dan perempuan di universitas."

Meskipun dia mengatakan dia memiliki hak lebih sebagai seorang Muslim, Rodriguez mengatakan masih ada pekerjaan yang harus dilakukan untuk memperbaiki kondisi bagi perempuan Muslim, khususnya pendatang, di Spanyol. Dia telah bekerja pada isu migrasi selama 17 tahun terakhir dan mengatakan migran perempuan menghadapi kesulitan yang lebih dibandingkan dengan rekan-rekan pria mereka.

Ordonez mengatakan ia menghargai pendekatan pemerintah Spanyol saat ini, dipimpin oleh Jose Luiz Zapatero dari Partai Buruh Sosialis, terhadap Muslim. "Zapatero adalah perdana menteri pertama yang secara resmi menerima perwakilan dari komunitas Muslim," katanya. "Dia juga yang pertama untuk memberikan dukungan keuangan untuk umat Islam."

Tetapi Rodriguez kurang optimis ketika datang ke posisi perempuan Muslim.

"Pemerintah tidak membuat kemajuan apapun sejauh meningkatkan hak-hak perempuan Muslim," katanya. "Undang-undang tentang kesetaraan tidak termasuk isu-isu agama. Tidak ada wakil perempuan di Dewan Islam yang berada dalam dialog dengan pemerintah. "

Rodriguez menambahkan bahwa masih ada Masjid di Spanyol yang tidak mengizinkan wanita untuk masuk, katanya itu adalah masalah telah diabaikan oleh pemerintah.

Selain itu, Rodriguez mengatakan, media Spanyol tidak hanya berbicara tentang Islam dengan konotasi negatif, mereka juga menggambarkan citra yang merugikan laki-laki Muslim dan perempuan, menunjukkan laki-laki sebagai kekerasan dan dominan dan wanita sebagai sosok yang tunduk dan korban.

"Kami menyelenggarakan pameran Muslim di Spanyol. Pers telah menunjukkan sedikit perhatian. Jika kita mengatakan kita akan batu seorang wanita di tengah-tengah Madrid, semua anggota pers akan muncul, "katanya.

Di Spanyol, Rodriguez menambahkan, Islam tidak hanya diidentifikasi dengan ekstrimisme dan terorisme, tetapi juga dengan imigrasi. Dia mengatakan bahwa Islam harus dilihat sebagai bagian dari identitas Eropa sebagai gantinya.

"Ini adalah masalah identitas. Kita dilahirkan Eropa tetapi sebagai Muslim. Islam adalah juga merupakan bagian dari identitas Eropa, "katanya.

Menurut Ordonez, migran Muslim di Spanyol yang cukup terintegrasi dengan baik dengan masyarakat.

Keduanya, Ordonez dan Rodriguez menekankan dimensi sosial dari masalah yang dihadapi oleh umat Islam di Spanyol, yang mereka katakan adalah diperparah oleh prasangka. "Kami adalah kelompok yang sekuler dan bukan ekstremis," kata Rodriguez. "Tapi jika saya mencoba untuk memasuki partai politik, saya akan ditolak karena jilbab saya." (iw/hdn)

sumber www.suaramedia.com Rabu, 07 April 2010 11:16

Senin, 29 Maret 2010

Maryam Jameela, Masuk Islam Usai Diterpa Propaganda Yahudi


Dunia mengenal tokoh yang satu ini sebagai seorang intelektual serta penulis ternama di bidang agama, filsafat, maupun sejarah. Maryam Jameela, demikian nama muslimnya. Ia telah menghasilkan sejumlah karya yang cukup penting dalam khazanah pemikiran Islam, antara lain Islam and Western Society: A Refutation of the Modern Way of Life, Islam and Orientalis, Islam in Theory and Practice, dan 'Islam and the Muslim Woman Today'.

Salah satu hal yang patut dicatat dari tulisan-tulisan serta pemikiran Maryam Jameela, adalah keyakinannya terhadap agama Islam yang dinilainya sebagai agama terbaik. Islam merupakan agama dengan keunggulan paripurna, sehingga merupakan satu-satunya jalan untuk menuju kehidupan lebih baik, baik di dunia maupun akhirat.

Melalui karyanya, Maryam ingin menyebarkan keyakinannya itu kepada segenap umat Muslim di seluruh dunia. Harapannya adalah agar umat semakin percaya diri untuk dapat mendayagunakan keunggulan-keunggulan agama Islam tersebut demi meraih kejayaan di berbagai bidang kehidupan.

Sikap dan pemikiran yang ‘trengginas’ itu tampaknya tak bisa dilepaskan dari latar belakang kehidupan cendekiawan ini. Sejatinya, wanita kelahiran 23 Mei 1934 tersebut adalah seorang Yahudi. Keislamannya berlangsung ketika masih berusia remaja.

Ia menyandang nama Margareth Marcus sebelum memeluk Islam. Berasal dari keluarga Yahudi, Margareth dibesarkan dalam lingkungan yang multietnis di New York, Amerika Serikat. Nenek moyangnya berkebangsaan Jerman. "Keluarga kami telah tinggal di Jerman selama empat generasi dan kemudian berasimilasi ke Amerika," papar Maryam, dalam buku Islam and Orientalism .

Margareth kecil sangat menyukai musik, terutama simphoni dan klasik. Prestasinya pada mata pelajaran musik pun cukup membanggakan karena selalu mendapatkan nilai tertinggi di kelas. Hingga suatu hari dia mendengarkan musik Arab di radio, dan langsung jatuh hati.

Kian hari dirinya makin menyukai jenis musik ini. Margareth pun tak sungkan meminta kepada ibunya agar dibelikan rekaman musik Arab di sebuah toko milik imigran Suriah. Sampai akhirnya, dia mendengar tilawah Alquran dari sebuah masjid yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya di kota New York.

Margareth merasa ada kemiripan bahasa antara musik Arab dan Alquran tadi. Akan tetapi, yang didengarnya di masjid, jauh lebih merdu. Sehingga, demi untuk menikmati keindahan lantunan ayat-ayar Alquran itu, Margaret kecil rela menghabiskan waktu untuk duduk di depan masjid .

Ketika beranjak dewasa, barulah Margareth mengetahui bahwa pelantun irama yang merdu dan telah membuainya semenjak kecil, adalah pemeluk agama Islam. Sedikit demi sedikit dia lantas berusaha mencari informasi tentang Islam, tanpa pretensi apapun terhadap agama ini.

Persinggungan yang semakin intens dengan Islam baru terjadi saat menempuh pendidikan di New York University. Usianya 18 tahun kala itu. Pada tahun keduanya, Margareth mengikuti mata kuliah Judaism in Islam karena ingin mempelajari Islam secara formal.

Setiap perkuliahan, sang dosen kerap menjelaskan bahwa Islam merupakan agama yang diadopsi dari agama Yahudi. Segala yang baik dalam Islam pada dasarnya berasal dari kitab Perjanjian Lama, Talmud dan Midrash. Tak jarang pula diputar film-film tentang propaganda Yahudi. Intinya, yang dipaparkan di ruang kuliah sering kali menunjukkan inferioritas Islam dan umat Muslim.

Akan tetapi, Margareth tidak begitu saja termakan indoktrinasi ini. Dia merasa ada yang aneh dengan segala penjelasan tadi karena terkesan menyudutkan. Dirinya merasa tertantang untuk membuktikan bahwa segala yang diterimanya di perkuliahan ini lebih bernuansa kebencian kepada Islam.

Margareth menyediakan waktu, pikiran dan tenaga yang cukup panjang untuk mempelajari Islam secara mendalam, sekaligus membandingkannya dengan ajaran Yahudi. Apa yang terjadi? Dia justru banyak melihat kekeliruan dalam agama Yahudi, sebaliknya menemukan kebenaran pada Islam.

Hasil penelaahannnya dicurahkan dalam suratnya kepada Abul A'la al-Mawdudi, seorang ulama besar Pakistan. Di situ sia menulis, “Pada kitab Perjanjian Lama memang terdapat konsep-konsep universal tentang Tuhan dan moral luhur seperti diajarkan para nabi, namun agama Yahudi selalu mempertahankan karakter kesukuan dan kebangsaan. Sebagian besar pemimpin Yahudi memandang Tuhan sebagai agen real estate yang membagi-bagikan lahan untuk keuntungan sendiri. Maka, walau perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Israel sangat pesat, namun kemajuan material yang dikombinasikan dengan moralitas kesukuan ini adalah suatu ancaman bagi perdamaian dunia."

Kecintaan Margareth kepada Islam tak terbendung lagi. Dirinya semakin mantap untuk memilih Islam sebagai jalan hidup. Akhirnya ketika berusia 19 tahun, Margareth resmi memeluk Islam, tepatnya pada tahun 1961. Dia mengganti namanya menjadi Maryam Jameela.

Seperti tertera dalam buku Islam and Orientalism, sebenarnya keinginan menjadi mualaf sudah sejak jauh-jauh hari, akan tetapi selalu dihalangi keluarganya. Mereka menakut-nakutinya dengan mengatakan bahwa umat Islam tidak akan bersedia menerimanya karena berasal dari keturunan Yahudi.

Namun, Margareth tidak gentar, dan dia mampu membuktikan bahwa apa yang dikatakan keluarganya tidaklah benar. Umat Muslim justru menyambutnya dengan hangat. Keputusan beralih menjadi Muslimah, diakuinya kemudian, juga turut dipengaruhi oleh kekagumannya pada dua karya terkenal dari Mohammad Assad, yakni The Road to Mecca dan Islam at Crossroad .

Setelah berislam, dia mengalami semacam transformasi pola pikir yang dia istilahkan sebagai ‘transformation from a kafir mind into a Muslim mind’ (transfomasi dari pikiran kafir ke pikiran Muslim). Menurut Maryam, perubahan pola pikir yang memengaruhi perilaku dan tutur kata dalam kehidupan sehari-hari, akan terjadi bila seseorang memasuki ruang keislaman. Ada perbedaan mendasar antara pemikiran dari seorang Muslim dan kafir.

Tak lama setelah itu, Maryam memulai kegiatan penuangan ide, gagasan dan pemikirannya sebagai penulis tetap pada majalah Muslim Digest terbitan Durban, Afrika Selatan. Artikel-artikelnya kerap menekankan inti ajaran tentang akhlak, takwa dan iman, serta kebenaran dalam agama Allah SWT. Dan melalui aktivitas di jurnal itu, dia semakin akrab dengan Mawlana Sayid Abu Ala Mawdudi, pendiri Jamaati Islami (Partai Islam) Pakistan, yang juga kontributor di jurnal yang sama.

Maryam sangat terkesan dengan karya dan pemikiran-pemikiran Mawdudi, sehingga memutuskan untuk berkorespondensi. Surat-menyurat antara keduanya dilakukan pada kurun waktu 1960 dan 1962, dan kemudian dibukukan dengan judul Correspondences Between Mawlana Mawdoodi and Maryam Jameela . Keduanya saling berdiskusi tentang banyak hal terkait kehidupan umat Muslim, hubungan Islam dan Barat, serta masih banyak lagi.

Sebenarnya, beberapa saat sebelum memeluk Islam, Maryam Jameela sudah aktif menulis sejumlah artikel yang intinya membela Islam. Dia juga gencar mengkritik berbagai paham modern yang seolah hendak dipaksakan untuk diterapkan kepada masyarakat Islam.

Atas undangan Mawdudi, di tahun 1962, Maryam datang ke Pakistan. Tak sekadar berkunjung, dia bahkan disarankan untuk menetap di Lahore agar bisa lebih fokus pada aktivitas intelektualnya. Beberapa waktu kemudian, dia menikah dengan Muhammad Yusuf Khan.

Sejak menetap di Pakistan, Maryam menghasilkan sejumlah karya yang berpengaruh, termasuk dalam menerjemahkan ideologi Jamaati Islami dengan bahasa yang sistematis sehingga diterima secara luas. Meski tidak secara formal terlibat dalam partai itu, Maryam adalah salah satu pembela paling gigih terhadap paham dan ideologi Jamaati Islami. Hingga kini, Maryam masih tinggal di Pakistan dan terus berkarya.

sumber: republika.co.id Selasa, 30 Maret 2010, 09:57 WIB

Rabu, 24 Maret 2010

MEMBANGUN KELUARGA SAKINAH

Tujuan pemikahan dalam Islam adalah untuk membangun keluarga sakinah, mawaddah wa rahmah yaitu keluarga yang tentram, saling cinta dan penuh kasih sayang, untuk mendapatkan keridhaan dari Allah SWT. Agar tercapai, diantara resep yang diajarkan para ulama adalah:



1. Memasang niat dan tujuan dari perkawinan itu adalah untuk mencari ridha Allah swt, dan untuk mendapatkan keturunan yang shaleh dan shalehah. Firman Allah dalam surat Al-furqan ayat 74 yang artinya: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan yang dapat memberikan ketenangan hati, dan jadikan kami imam bagi orang yang bertaqwa. “


2. Menerima bahwa jodoh merupakan ketetapan dari Allah, tanpa restu dan izin yang Mahakuasa perkawinan tidak mungkin terjadi, walaupun bagaimana besarnya usaha kita. Sebagai orang yang beriman dengan takdir Allah, kita juga harus mempercayai bahwa usia perkawinan kita terletak dalam kekuasaan Allah, maka hendaklah kita senantiasa berdoa semoga jodoh perkawinan kita selalu diberikan kedamaian dan ketentraman sampai akhir hayat.


3. Dalam perkawinan membuahkan hak dan kewajiban yang harus dilaksanakan baik oleh suami ataupun isteri. Diantara kewajiban suami adalah memberikan nafkah dhahir dan bathin, membimbing isteri dan anak-anak. Adapun diantara kewajiban istri adalah mentaati suami dalam hal yang tidak melanggar agama, menjaga kehormatan diri dan memelihara harta benda suami.

4. Saling memaafkan dan saling menghormati antara suami isteri, kita harus ingat bahwa pasangan kita adalah manusia biasa tidak lepas dari kekurangan dan kelemahan, oleh karena itu apabila pasangan kita melakukan kesalahan, sudihlah kita memaafkan, dan apabila kita yang melakukan kesalahan janganlah segan-segan untuk segera meminta maaf.

5. Saling mencintai dan menyayangi, suami harus memegang bahwa tidak ada wanita yang shah kecuali isterinya, begitu juga sang istri harus yakin bahwa suaminya adalah satu-satunya lelaki yang shah baginya, ikatan keduanya harus saling dipertahankan dengan penuh amanat.

6. Saling tolong menolong dan saling pengertian, sehingga ketika suami pulang dari bekerja isteri selalu menyambut dengan penuh menyenangkan, dengan raut muka yang berseri-seri. Bagi suami, dalam kondisi lelah seperti itu ia lebih memerlukan sambutan yang menyejukkan hatinya.

7. Membiasakan untuk memegang kesepakatan bersama, yaitu berusaha agar selalu berkomunikasi sebelum mengambil keputusan, yaitu dengan bermusyawarah dan bertukar menukar pendapat.

Membangun keluarga sakinah perlu disertai kesungguhan, yakni menggerakkan segala daya dan upaya untuk tercapai saling pengertian. Harus ada kesabaran dan keikhlasan dari kedua belah pihak.

Semoga rumah tangga kita selalu mendapat barokah, menjadi keluarga yang ahli sujud, yang mendapat lindungan Allah swt, dan mengantarkan kita semua mencapai bahagia, di dunia dan di akhirat, amin.

sumber:Ummi Badriyah
http://mtmcairo.multiply.com

Selasa, 23 Maret 2010

Santri dengan secangkir kopi



Berbagai ragam cara dan trik dalam keberhasilan suatu pendidikan atau penyampaian materi kepada siswa, baik di dunia pendidikan sekolah, perkuliahan dan juga pesantren.

Suatu ketika saat saya berkunjung ke sebuah pondok yang masih belum lama berdiri, tapi dari situ aku melihat suatu aktifitas dari santri dan ustadz saat proses "ngaji" atau penyampain materi dari kyai ke santri / guru ke murid.

Aku melihat ada keakraban dalam situasi itu, dengan alas tikar dan lesehan mereka beraktifitas, di mana sang guru dan santri begitu santai dengan secangkir kopi di samping kitab yang mereka pelajari. Melihat hal itu saya coba beranikan diri untuk bertanya kepada sang guru "mengapa para santri diperbolehkan membawa secangkir kopi saat ngaji?". Sang guru menjawab "Yo supoyo podo ora ngantuk mas..." (supaya para santri gak ngantuk mas...)

Kemuadian ketika malam mereka berpindah ke gedung sebelah, ternyata itu adalah sebuah laboratorium komputer yang sudah terkoneksi dengan internet, di situ mereka belajar dan mencari informasi seputar dunia pesantren, agama dan tentunya juga segala hal yang berkaitan dengan kehidupan mereke di pesantren dan kehidupan setelah mereka selesai dari pondok pesantren tersebut.

Note: sumber gambar saya donlot tapi saya lupa dari situs mana, bagi yang merasa memiliki gambar tersebut saya minta ijin untuk postingan perdana saya ini. Tengkyu. . .